Laman

Tuesday, 2 February 2016

Cerita Nyata Guruku Dengan Bumbu Kalimatku

Kegelapan Mencoba Meredupkan Sebuah 

Cahaya



Di langit yang putih dengan tembok yang berwarna kuning dimana aku selalu duduk dan bersandar di rak-rak buku sambil melihat cahaya surga yang menatap diriku ini terus – menerus di hari ini.

Aku merasakan sebuah kenyataan masa lampau dari cahaya yang aku lihat yang dulunya dia sering ingin di redupkan oleh kegelapan yang sangat gelap tapi di satu sisi ada mahluk yang diciptakan oleh pencipta semesta ini agar cahaya itu selalu terang di kegelapan.

Aku melihat suatu malam dimana cahaya dan kegelapan saling bersama dimana kegelapan ingin meredukpkan sumber cahaya dengan sebuah air haram tapi cahaya ini hanya ingin meminum air putih biasa karena cahaya ini selalu saja ada mahluk yang menjaga cahaya ini agar kegelapan ini tidak meredupkan cahaya suci ini dengan sesuatu yang buruk.

Pada malam itu ada sebuah Bidadari yang gelap yang datang menghampiri cahaya ini di sebuah ruangan yang mempunya tempat tidur, bidadari ini berkata “aku siap untuk melakukan apapun yang kamu mau, asalkan kamu juga siap melakukan apapun untukku” dan cahaya ini berkata dengan tegas “aku tidak mau, lebih baik aku mati disini atau meninggalkan tempat ini selamanya dari pada harus bersamamu” kemudian cahaya ini pergi.

Saat malam itu juga tempat dari berkumpulnya cahaya dan kegelapan ini katanya akan di kepung oleh banyak orang karena tikah laku dari kegelapan yang sangat jelek dan mengganggu orang lain sehingga banyak yang tidak suka dengan kegelapan, dan pada saat itu juga suara deringan telpon terdengar dari kantong saku cahaya ini, dan ternyata itu adalah telpon dari keluarga besarnya yang menginginkan dia pulang sekarang ke rumahnya, kemudian itu di jadikan alasan olehnya untuk pergi dari kegelapan itu.

Penjaga cahaya ini sangat menjaganya agar tidak redup, lalu dikemudian hari selanjutnya atau beberapa tahun kemudian cahaya ini memancarkan cahaya yang lebih terang dari pada sebelumnya, dia menjadi orang yang sangat beruntung dengan ketabahan dan keimanannya karena ia menjadu guru teladan nasional se-indonesia.

Cahaya ini juga telah memegang tangan-tangan orang yang di kagumi di negara ini seperti Presiden ke 7 dan 8 indonesia Susilo Bambang Yudiono dan Jokowi Dodo, dan juga Mentri pendidikan indonesia Anis Bas Wedan.

Cahaya ini juga telah menerbitkan banyak buku dan banyak juga Cepen dan Puisi-puisinya yang terbit di koran Fajar, itu berari sudah banyak orang yang mengetahui karya-karyanya, dan itu pula yang membawanya berjabat tanganan dengan orang-orang penting di negara ini.
Cahaya ini juga telah menjadi pemateri di banyak tempat salah atunya di Atira Bone dan Tinggi Moncong, dan cahaya ini bernama Pak Baharuddin Iskandar, S.Pd, M.Pd guru Bahasa Indonesia di sekolah saya yang bernama SMA Negeri 11 Unggulan Pinrang.


Dia selaluh memberi motivasi kepada seluruh siswanya agar kami bisa menjadi sukses, semua siswa yang bersekolah di sokolah disini sangat bangga dengan dia, kami juga sangat beruntung mempunyai guru seperti beliau yang mau memberi semua apa yang ia ketahui. Hanya 4 kata yang kami bisa ucapkan pada beliau “Kami Bangga Dengan Anda”

No comments:

Post a Comment