Kegelapan Mencoba Meredupkan Sebuah
Cahaya
Di langit yang putih dengan tembok yang berwarna kuning dimana aku selalu duduk dan bersandar di rak-rak buku sambil melihat cahaya surga yang menatap diriku ini terus – menerus di hari ini.
Aku merasakan sebuah kenyataan
masa lampau dari cahaya yang aku lihat yang dulunya dia sering ingin di
redupkan oleh kegelapan yang sangat gelap tapi di satu sisi ada mahluk yang
diciptakan oleh pencipta semesta ini agar cahaya itu selalu terang di
kegelapan.
Aku melihat suatu malam
dimana cahaya dan kegelapan saling bersama dimana kegelapan ingin meredukpkan
sumber cahaya dengan sebuah air haram tapi cahaya ini hanya ingin meminum air
putih biasa karena cahaya ini selalu saja ada mahluk yang menjaga cahaya ini
agar kegelapan ini tidak meredupkan cahaya suci ini dengan sesuatu yang buruk.
Pada malam itu ada sebuah
Bidadari yang gelap yang datang menghampiri cahaya ini di sebuah ruangan yang
mempunya tempat tidur, bidadari ini berkata “aku siap untuk melakukan apapun
yang kamu mau, asalkan kamu juga siap melakukan apapun untukku” dan cahaya ini
berkata dengan tegas “aku tidak mau, lebih baik aku mati disini atau
meninggalkan tempat ini selamanya dari pada harus bersamamu” kemudian cahaya
ini pergi.
Saat malam itu juga
tempat dari berkumpulnya cahaya dan kegelapan ini katanya akan di kepung oleh
banyak orang karena tikah laku dari kegelapan yang sangat jelek dan mengganggu
orang lain sehingga banyak yang tidak suka dengan kegelapan, dan pada saat itu
juga suara deringan telpon terdengar dari kantong saku cahaya ini, dan ternyata
itu adalah telpon dari keluarga besarnya yang menginginkan dia pulang sekarang
ke rumahnya, kemudian itu di jadikan alasan olehnya untuk pergi dari kegelapan
itu.
Penjaga cahaya ini sangat
menjaganya agar tidak redup, lalu dikemudian hari selanjutnya atau beberapa
tahun kemudian cahaya ini memancarkan cahaya yang lebih terang dari pada
sebelumnya, dia menjadi orang yang sangat beruntung dengan ketabahan dan
keimanannya karena ia menjadu guru teladan nasional se-indonesia.
Cahaya ini juga telah
memegang tangan-tangan orang yang di kagumi di negara ini seperti Presiden ke 7
dan 8 indonesia Susilo Bambang Yudiono dan Jokowi Dodo, dan juga Mentri
pendidikan indonesia Anis Bas Wedan.
Cahaya ini juga telah
menerbitkan banyak buku dan banyak juga Cepen dan Puisi-puisinya yang terbit di
koran Fajar, itu berari sudah banyak orang yang mengetahui karya-karyanya, dan
itu pula yang membawanya berjabat tanganan dengan orang-orang penting di negara
ini.
Cahaya ini juga telah
menjadi pemateri di banyak tempat salah atunya di Atira Bone dan Tinggi
Moncong, dan cahaya ini bernama Pak Baharuddin Iskandar, S.Pd, M.Pd guru Bahasa
Indonesia di sekolah saya yang bernama SMA Negeri 11 Unggulan Pinrang.
Dia selaluh memberi
motivasi kepada seluruh siswanya agar kami bisa menjadi sukses, semua siswa
yang bersekolah di sokolah disini sangat bangga dengan dia, kami juga sangat
beruntung mempunyai guru seperti beliau yang mau memberi semua apa yang ia
ketahui. Hanya 4 kata yang kami bisa ucapkan pada beliau “Kami Bangga Dengan
Anda”
No comments:
Post a Comment