Laman

Saturday, 27 February 2016

Benda Yang Tak Ternilai

KURSI
Di pagi yang indah ini dengan udara yang masuk kedalam paru-paruku yang mungkin berwarnah merah atau berwarna warni seperti pelangi, pada saat ada yang berbunyi dan ternya itu bunyi “tintong” yang artinya bunyi bel masuk kelas, aku masuk ke kelas dengan senyum kegembiraan untuk mengoperasikan otak yang sudah beristirahat selama semalam, aku ingin mengisinya dengan berbagai macam-macam ilmu salah satunya Bhs.Indonesia yang menjadi bahasa nasional kita.
Pada saat aku masuk ke kelas aku duduk di sebuah benda yang mungkin bagi kita adalah hanya benda biasa yang sering kita temukan hampir semua tempat dan itu sebuah kursi, tapi apakah kita mengertahui sejarah dari kursi ini? Saya pastikan sangat jarang yang mengetahui beda ini walaupun kita sering berjumpa dengannya
Apakah itu kursi? Apakah kita tau sejarah kursi? Kursi itu  adalah sebuah perabotan untuk rumah tangga, maupun perabotan yang tersedia di tempat-tempat umum yang berfungsi sebagai tempat duduk untuk para pejalan kaki mengusir kelalahan perjalanannya yang melelahkan dan memakai banyak tenaga.
Pada zaman dahulu kursi baru umum dipakai pada abad XVII. Sebelum adanya kursi, orang-orang biasanya menggunakan peti kayu atau potongan kayu yang besar sebagai tempat duduk mereka. Benda-benda tersebut sangat besar dan berat sehingga sulit untuk dipindahkan. Oleh karena itu, manusia mulai berpikir untuk membuat suatu benda yang lebih efisien dan akhirnya terciptalah kursi.
Pada abad ke 16, ditemukanlah sebuah kursi santai dengan bagian dudukan, sandaran punggung, dan tangan yang diganjal dan dilapisi kain. Kain pelapis biasanya dari wol, kain bersulam, atau bahan permadani untuk membuat orang nyaman ketika menduduki kursi tersebut selain itu akan banyak orang di kemudian hari yang akan memakainya.
 Kursi terdiri dari bebrbagai dari bagian salah satunya alas duduk yang ditopang oleh kaki kursi yang biasa kita lihat berjumlah empat kaki. Jumlah kaki kursi tergantung dari jenis dan kegunaannya. Di dalam rumah tangga sering disebut meja-kursi, yaitu pasangan antara meja dan beberapa kursi misalnya seperti meja makan.
Istilah kursi itu sering digunakan sebagai kalimat yang mengandung arti kiasan, misalnya kursi presiden atau kursi para petinggi negara. Kita sering mendengar kalimat “memperebutkan kursi presiden” saat pemilu lalu, itu bukan berarti berebut kursi, tetapi memperebutkan suara terbanyak agar memenangkan pemilihan umum presiden sehingga pemenang pemilu bisa duduk di kursi presiden atau petinggi negara lainnya. Dan masih banyak lagi contoh-contoh lain yang terkait dengan kursi.
Nama lain dari kursi adalah bangku, tetapi bangku lebih diartikan sebagai tempat duduk yang berkelas rendah dan digunakan untuk umum. Misalnya bangku sekolah, dan sebagainya. Sedangkan kursi lebih sering dimaksudkan sebagai tempat duduk untuk satu orang yang dan berkedudukan lebih tinggi. Misalnya kursi raja, kursi Presiden, dan sebagainya.
Kita wajib berterimakasih atas pencipta benda ini karena banyak kegunaan atau manfaat yang telah lebih memudahkan kita untuk beraktifitas dan dapat mengusir lelah kita dari banyak air yang keluar dari tubuh kita.

Kami sangat beruntung sebagai pengguna benda ini karena sangat memudahkan penggunanya dan mudah-mudahan kami sebagai generasi dunia yang akan datang akan menciptakan benda-benda yang tak ternilai agar dapat memudahkan kita semua

No comments:

Post a Comment